Selasa, 30 Juni 2015

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Bp.P DENGAN HIPERTENSI

Di Susun Oleh : Galih Yoga Prasetya
AK.1.13.087
S1 KEPERAWATAN 

STIKES BHAKTI KENCANA BANDUNG


ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA  Bp.P DENGAN HIPERTENSI
 Pengkajian
A.    Data umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
·         Nama kepala keluarga (KK)         : Bp. P
·         Alamat                                          : Kp.Warung Peteuy RT 06/06 Desa Panenjoan                                                                   Kec.Cicalengka Kab.Bandung
·         Pekerjaan kepala keluarga             : Wiraswasta
·         Pendidikan kepala keluarga          : Diploma 3
·         Komposisi keluarga dan genogram
No
Nama
Jenis Kelamin
Hubungan dengan KK
Tempat Tanggal Lahir
Pekerjaan
Pendidikan
1
Bp.P
Laki-laki
Suami
08-03-1967
Wiraswasta
D3
2
Ibu.W
Perempuan
Istri
02-01-1973
Wiraswasta
Tamat SD
3
An.G
Laki-laki
Anak
05-01-1996
Mahasiswa
Mahasiswa
4
An.R
Laki-laki
Anak
14-10-1997
Pelajar
SMA
5
An.C
Perempuan
Anak
23-11-2000
Pelajar
SMP
6
An.D
Perempuan
Anak
14-03-2005
Pelajar
SD
7
An.S
Perempuan
Anak
31-03-2007
Pelajar
SD
Genogram
 








                    Keterangan :
               : laki-laki
               : perempuan
               : kepala keluarga ( bp. P )
               : tinggal dalam satu rumah
               : ibu W
               : Meninggal

Bp.P kakak beradik 4 orang, 2 laki laki dan 2 perempuan, kedua orang tua Bp.P  Sudah meninggal , Bp.P menikah dengan Ibu.W anak ke 5 dari 6 Bersaudara , 1 laki laki meninggal dan ibu Ny.W sudah meninggal.


·         Tipe keluarga
Tipe keluarga pada Bp.P adalah keluarga inti. Dimana Bp. Y sebagai kepala keluaraga, Ibu. W sebagai istri dan an.G,R,S,D,S sebagai anak   yang tinggal dalam satu rumah.
·         Suku bangsa
Suku bangsa pada keluarga Bp. P adalah jawa, bahasa sehari hari yg digunakan terkadang bahasa sunda dan terkadang jawa , dalam keluarga Bp.P tidak ada pantangan yang mengikat , terutama kaitannya dengan kesehatan.
·         Agama
Agama yang di anut oleh keluarga Bp. P adalah agama islam. Bp. P dan Ibu. W selalu mengajarkan anaknya untuk lebih mengenal tentang agama islam , Keluarga Bp,P menganggap bahwa agama adalah keyakinan akan adanya Tuhan dan manusia sebagai hambanya harus mengabdi dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Keyakinan yang dianut dalam keluarga Bp.P tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan.
·         Status sosial ekonomi keluarga
Pendapatan yang di di peroleh Bp. P perbulan Rp.3.500.000 dan Pendapatan Ibu.W Rp2.500.000 .Pada keluarga ini Bp. P dan Ibu.W yg mencari nafkah, penghasilan keduanya digunakan untuk kebutuhan sehari hari dan untuk biaya sekolah anak-anak nya.
·         Aktivitas rekreasi keluarga
Pada keluarga Bp. P melakukan rekreasi di luar rumah seperti berenang ±2bulan  3 kali .
sedangkan di dalam rumah menonton tv bersama keluarga.


B.     Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
·         Tahap perkembangan keluarga saat ini
Di keluarga Bp. P memiliki 2 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan , anak pertama berusia 19 tahun , anak ke-2 usia 18 tahun , anak ke-3 15 tahun, anak ke-4 10 tahun dan anak ke-5 8 tahun. Tahap perkembangan pada keluarga ini adalah tahap pre-school.
·         Tahap perkembangan yang belum terpenuhi
Pada keluarga ini tidak ada tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.
·         Riwayat kesehatan keluarga inti
Pada saat pengkajian di keluarga Bp. P , Bp. P mengalami hipertensi Bp. P suka mengeluh pusing dan terasa berat jika sudah berkerja.
·         Riwayat keluarga sebelumnya
Saat pengkajian riwayat keluarga sebelumnya ayah Bp. P mempunyai riwayat hipertensi dan ibu dari ibu W mempunyai riwayat anemia
C.     Pengkajian lingkungan
·         Karakteristik rumah
-          Ukuran                              :
-          Jumlah ruangan                 :
1)      Ruang tamu           : 2
2)      Kamar tidur           : 4
3)      Dapur                    : 1
4)      WC / K.mandi       : 2
-          Status kepemilikan: Keluarga tinggal di rumah sendiri
-          Ventilasi                            : ventilasi yang ada di rumah Bp. P
 ada 5, di bagian pintu masuk ada 3 , jendela (kiri dan kanan pintu) dan di setiap kamar tidur ada 2 jendela.
-          Penerangan                        : Penerangan atau pencahayaan di rumah ini cukup, karena di ruangan tamu ada 3 jendela dan di setiap kamar ada 2 jendela, sedangkan di dapur mendapatkan cahaya dari atap.
-          Persediaan air bersih         : Persedian air bersih di keluarga Bp. P cukup , dan untuk air minum menggunakan air galon.
-          Pembuangan sampah         : keluarga Bp. P selalu membuang sampah di samping rumah dan kadang di bakar atau ada petugas sampah
-          Pembuangan air limbah     : limbah yang berasal dari wc di buang ke penampungan ( septi tank ) sedangkan limbah dari kamar mandi di buang keselokan .
-          Jamban atau wc                 : Wc yang digunakan adalah wc jongkok, Wc atau kamar mandi berada di dalam rumah.
-          Denah rumah






·         Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Dikeluarga Bp. P terutama  ibu W sering bercengkrama di sore hari disaat menjaga anak-anak mereka yang sedang bermain dengan tetangga dan ibu W suka mengikuti acara pengajian dan juga arisan dengan ibu-ibu tetangganya , sedangkan Bp. P baru bisa berkomunikasi dengan tetangga nya apabila setelah sedang tidak ada pekerjaan  atau pada hari libur.
Bp. P terkadang mengikuti rapat yang diadakan ketua RT
·         Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Bp. P telah menempati rumahnya kurang lebih 18  tahun sejak awal perikahan dan belum pindah. Letak rumah tepat di dekat jalan raya kampung, alat transportasi umum yang ada yaitu angkutan umum . Sedang untuk mobilitas, keluarga menggunakan sepeda Motor. Jarak rumah ke puskesmas ± 2km.
·         Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga ini lebih sering berkumpul di rumah , tetapi terkadang Ibu S berinteraksi dengan tetangganya pada saat pengjian dan disaat ada jadwal arisan.
D.      Struktur keluarga
·         Sistem pendukung keluarga
Sistem pendukung keluarga yang di miliki yaitu jumlah keluarga yang sehat. Tidak ada keluhan sakit saat di kaji pada keluarga ini. Keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa asuransi kesehatan.
·         Pola komunikasi keluarga
Keluarga ini berkomunikasi secara terbuka antara anggota keluarga dan untuk mengambil keputusan dengan cara bermusyawarah yang melibatkan Ibu W dan Bp.P .  Jika pagi tidak ada yang di rumah karena ada kesibukan tersendiri, Jika sore hari setelah keluarga kumpul semua anggota keluarga juga biasa bercengkeramah di ruang tamu.
·         Struktur kekuatan keluarga
Kemampuan anggota keluarga dalam mempengaruhi perilaku sehubungan dengan masalah kesehatan di terapkan pada keluarga sendiri dimana jika ada yang sakit yang menurut keluarga ini parah maka akan di bawa ke dokter. Apabila hanya demam atau batuk biasa keluarga ini masih bisa melakukan perawatan pada anggota keluarganya dengan cara membeli obat atau mengompres. Bp.P sebagai kepala keluarga berperan sebagai pengambil keputusan, meskipun tetap lewat musyawarah keluarga.
·         Struktur peran ( formal dan informal )
Sebagai kepala keluarga Bp. P bekerja untuk mencari nafkah dengan berjualan kerudung  bersama Ibu.W dan  An. G,R,S,D,S mejalankan kewajibannya sebagai anak.
·         Nilai dan Norma Budaya
Dalam keluarga Bp. P menekankan etika dan sopan santun dalam bergaul dengan orang lain, saling menghormati dan menghargai orang yang lebih tua.
E.      Fungsi Keluarga.
·         Fungsi Afektif.
Keluarga Bp.P termasuk keluarga yang harmonis, interaksi dalam keluarga terjalin baik. Antar anggota keluarga saling memperhatikan, menghormati, dan menyayangi sehingga tidak ada istilah pilih kasih.
·         Fungsi Sosialisasi.
Dalam keluarga Bp.P biasa ditanamkan kedisiplinan. Hubungan dengan tetangga baik, Bp. P juga anggota keluarga yang lain selalu berusaha melakukan sosialisasi dengan lingkungan jika ada waktu senggang.
·          Fungsi Perawatan Kesehatan.
a. Mengenal masalah kesehatan.
Keluarga Bp. P mengetahui bahwa dirinya  menderita tekanan darah tinggi. Bp.P  hanya tahu makanan yang harus dihindarinya  yaitu makan yang asin-asin dan daging. Bp. P jarang mengontrolkan kesehatannya.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan.
Jika dalam keluarga ada yang sakit biasanya dibelikan obat , tetapi jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat  maka akan dibawa ke Puskesmas atau poliklinik 24 jam terdekat.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit.
Dalam keluarga belum ada yang memperingatkan Bp.P untuk memeriksa keadaannya Karena Bp.P  ada riwayat hipertensi maka Semua anggota keluarga juga sangat memperhatikan kondisi Bp.P .
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.
Kondisi rumah tidak rapi, agak kotor, dan penataan ruangan kurang serasi. Keluarga kurang tahu bahaya akibat lingkungan yang tidak teratur bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat.
Tn. A mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan lain jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat.
·          Fungsi Reproduksi.
Saat ini Bp. P sudah mengalami penyakit hipertensi.
·          Fungsi Ekonomi
Semua pendapatan yang ada digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Dari makan, listrik, air, dan hal-hal yang tidak terduga.
F.      Stress Dan Koping Individu.
·         Stressor Jangka Pendek dan jangka panjang.
Bagi keluarga Bp. P saat ini yang masih menjadi pikiran adalah anaknya, An. G yang menjadi seorang mahasiswa yang harus membutuhkan uang lebih untuk keperluannya
·         Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor.
Terkadang Bp.P dan Ibu.W berusaha untuk menabung untuk keperluan  kuliah An.G .
3. Strategi Koping Konstruktif Yang Digunakan.
Kedua orang tuanya terus berusaha menabung.
4. Strategi Adaptasi Fungsional.
Di keluarga Bp.P  tidak ada yang bersifat kekerasan di dalam membina rumah tangganya.
 G. Pemeriksaan Kesehatan Tiap Individu Anggota Keluarga.
Pemeriksaan Fisik Hanya Dilakukan Pada Bp.P
1. Kondisi umum : , T 140/120 mmHg, N 96 x/mnt, Rr 18 x/mnt, S 36 ˚C.
2. Kepala : Kulit kepala bersih, beruban, rambut  mudah dicabut.
3. Mata : Mata rabun dekat , konjungtiva merah muda, pupil isokor.
4. Hidung :  penciuman normal.
5. Telinga : Kedua telinga simetris, masih bisa mendengar dengan jelas, kotor, tampak serumen.
6. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid juga vena jugularis.
7. Dada : Bentuk simetris, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak terdengar gallop, perkusi sonor.
8. Perut : Simetris, kenyal, tidak ada bekas luka, peristaltik terdengar normal, tidak kembung, tidak teraba massa.
9. Genitalia : Tidak ada keluhan, normal-normal saja.
10 Anus : tidak ada keluhan.
12 Kulit : Warna sawo matang, turgor kurang (keriput), kering.
H. Harapan Keluarga.
Bp.P berharap di dalam kelurganya dalam keadaan sehat.








B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA.
1. Analisa Dan Sintesis Data.
NO
DATA
PROBLEM
ETIOLOGI
1
DS : – Bp.P memiliki riwayat hipertensi.
– Bp.P mengatakan dia tdk rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi.
– Bp.P mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke pelayanan kesehatan jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat.
DO :
– T 140/120 mmHg, N 96 x/mnt.
Risiko tinggi terhadap ketidak patuhan.
Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pengobat an yang diperlukan pada hipertensi.
2
DS :
– Bp.P tidak pernah kontrol & minum obat.
– Bp.P ke Puskesmas hanya jika sakitnya dirasa berat.
– Bp.P sering memikirkan anaknya (An. G) untuk biaya kuliah.
DO :
– Keluarga hanya tahu pantangan orang hipertensi adalah makan makanan yang asin-asin dan daging
Pemeliharaan kesehatan Bp.P tentang diet dan gaya hidup tidak efektif.
Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarganya yg men derita hipertensi.


3
.. DS :
– Bp.P memiliki riwayat hipertensi lama.
– Bp.P mengatakan sering kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berat.
DO :
– T 140/200 mmHg, N 96 x/mnt.
– Kondisi rumah agak kotor, tidak teratur tidak rapi, penataan ruangan < serasi.
Risiko tinggi cidera pd Bp.P
Ketidakmampuan keluarga memodifi kasi lingkungan.
2. Perumusan Diagnosis Keperawatan.
No
Diagnosis Keperawatan
1.
Pemeliharaan kesehatan Bp.P tentang diet dan gaya hidup tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi.

2.
Risiko tinggi terhadap ketidakpatuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pengobatan yang diperlukan pada hipertensi.

3.
Risiko tinggi cidera pd Bp.P  berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan


.








ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA Bp.P DENGAN HIPERTENSI
No
Implementasi
Evaluasi
1.
1. kaji pengetahuan keluarga tentang pengetahuan hipertensi
2. beri reinforcement positif atas jawaban keluarga
3. diskusikan pengertian hipertensi dengan keluarga
4. beri kesemapatan keluarga bertanya
5. minta keluarga menyebutkan kembali
6. jawab pertanyaan keluarga

S :
– Bp.P memiliki riwayat hipertensi.
– Bp.P  mengatakan dirinya    tidak rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi.
– Bp.P  mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke pelayanan kesehatan jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat.
O :
– TD 140/120 mmHg,
– N 96 x/mnt.
A : tidak rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi.
P : lanjutkan intervensi

2.

1. kaji pengetahuan keluarga tentang penyebab hipertensi
2. beri reinforcement positif atas jawaban keluarga
3. diskusikan penyebab hipertensi
4. minta keluarga untuk mengulang kembali
5. beri reinforcement positif atas keberhasilan keluarga

S :
– Bp.P  tidak pernah kontrol & minum obat.
– Bp.P ke Puskesmas hanya jika sakitnya dirasa berat.
O :
Keluarga hanya tahu pantangan orang hipertensi tidak boleh makan makanan yang asin-asin dan daging.
A :
– Bp.P  sering memikirkan anaknya (An. G) yang masih kuliah
P : intervensi di lanjutkan.

3.
1. Diskusikan tanda dan gejala hipertensi dengan keluarga
2. kesempatan keluarga bertanya
3. Jawab pertanyaan keluarga
4. Minta keluarga untuk mengulang kembali
5. Beri reinforcement positif atas keberhasilan keluarga
S :
– Bp.P memiliki riwayat hipertensi lama.
– Bp.P  mengatakan sering kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berat.

O :
– T 140/200 mmHg, N 96 x/mnt.
– Kondisi rumah agak kotor, tidak teratur tidak rapi, penataan ruangan < serasi.
A :.                                             – Bp.P  mengatakan sering kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berat.
P : intervensi di lanjutkan