AK.1.13.087
S1 KEPERAWATAN
STIKES BHAKTI KENCANA BANDUNG
ASUHAN KEPERAWATAN
KELUARGA
PADA KELUARGA Bp.P DENGAN HIPERTENSI
PADA KELUARGA Bp.P DENGAN HIPERTENSI
Pengkajian
A. Data
umum
Pengkajian
terhadap data umum keluarga meliputi :
·
Nama kepala
keluarga (KK) : Bp. P
·
Alamat : Kp.Warung Peteuy RT 06/06 Desa
Panenjoan Kec.Cicalengka Kab.Bandung
·
Pekerjaan kepala
keluarga : Wiraswasta
·
Pendidikan
kepala keluarga : Diploma 3
·
Komposisi
keluarga dan genogram
|
No
|
Nama
|
Jenis Kelamin
|
Hubungan dengan KK
|
Tempat Tanggal Lahir
|
Pekerjaan
|
Pendidikan
|
|
1
|
Bp.P
|
Laki-laki
|
Suami
|
08-03-1967
|
Wiraswasta
|
D3
|
|
2
|
Ibu.W
|
Perempuan
|
Istri
|
02-01-1973
|
Wiraswasta
|
Tamat SD
|
|
3
|
An.G
|
Laki-laki
|
Anak
|
05-01-1996
|
Mahasiswa
|
Mahasiswa
|
|
4
|
An.R
|
Laki-laki
|
Anak
|
14-10-1997
|
Pelajar
|
SMA
|
|
5
|
An.C
|
Perempuan
|
Anak
|
23-11-2000
|
Pelajar
|
SMP
|
|
6
|
An.D
|
Perempuan
|
Anak
|
14-03-2005
|
Pelajar
|
SD
|
|
7
|
An.S
|
Perempuan
|
Anak
|
31-03-2007
|
Pelajar
|
SD
|
: kepala keluarga ( bp. P )
: Meninggal
Bp.P
kakak beradik 4 orang, 2 laki laki dan 2 perempuan, kedua orang tua Bp.P Sudah meninggal , Bp.P menikah dengan Ibu.W
anak ke 5 dari 6 Bersaudara , 1 laki laki meninggal dan ibu Ny.W sudah
meninggal.
·
Tipe keluarga
Tipe keluarga pada Bp.P adalah keluarga inti. Dimana
Bp. Y sebagai kepala keluaraga, Ibu. W sebagai istri dan an.G,R,S,D,S sebagai
anak yang tinggal dalam satu rumah.
·
Suku bangsa
Suku bangsa pada keluarga Bp. P adalah jawa, bahasa
sehari hari yg digunakan terkadang bahasa sunda dan terkadang jawa , dalam
keluarga Bp.P tidak ada pantangan yang mengikat , terutama kaitannya dengan
kesehatan.
·
Agama
Agama yang di anut oleh keluarga Bp. P adalah agama
islam. Bp. P dan Ibu. W selalu mengajarkan anaknya untuk lebih mengenal tentang
agama islam , Keluarga
Bp,P menganggap bahwa agama adalah keyakinan akan adanya Tuhan dan manusia
sebagai hambanya harus mengabdi dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya. Keyakinan yang dianut dalam keluarga Bp.P tidak ada yang
bertentangan dengan kesehatan.
·
Status sosial
ekonomi keluarga
Pendapatan yang di di peroleh Bp. P perbulan
Rp.3.500.000 dan Pendapatan Ibu.W Rp2.500.000 .Pada keluarga ini Bp. P dan
Ibu.W yg mencari nafkah, penghasilan keduanya digunakan untuk kebutuhan sehari
hari dan untuk biaya sekolah anak-anak nya.
·
Aktivitas
rekreasi keluarga
Pada keluarga Bp. P melakukan rekreasi di luar rumah
seperti berenang ±2bulan 3 kali .
sedangkan di dalam rumah menonton tv bersama keluarga.
sedangkan di dalam rumah menonton tv bersama keluarga.
B. Riwayat
dan tahap perkembangan keluarga
·
Tahap
perkembangan keluarga saat ini
Di keluarga Bp. P
memiliki 2 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan , anak pertama
berusia 19 tahun , anak ke-2 usia 18 tahun , anak ke-3 15 tahun, anak ke-4 10
tahun dan anak ke-5 8 tahun. Tahap perkembangan pada keluarga ini adalah tahap
pre-school.
·
Tahap
perkembangan yang belum terpenuhi
Pada keluarga ini tidak
ada tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.
·
Riwayat
kesehatan keluarga inti
Pada saat pengkajian di
keluarga Bp. P , Bp. P mengalami hipertensi Bp. P suka mengeluh pusing dan
terasa berat jika sudah berkerja.
·
Riwayat keluarga
sebelumnya
Saat pengkajian riwayat
keluarga sebelumnya ayah Bp. P mempunyai riwayat hipertensi dan ibu dari ibu W
mempunyai riwayat anemia
C. Pengkajian
lingkungan
·
Karakteristik
rumah
-
Ukuran :
-
Jumlah ruangan :
1) Ruang
tamu : 2
2) Kamar
tidur : 4
3) Dapur : 1
4) WC
/ K.mandi : 2
-
Status
kepemilikan: Keluarga tinggal di rumah sendiri
-
Ventilasi : ventilasi yang ada
di rumah Bp. P
ada 5, di bagian pintu masuk ada 3 , jendela
(kiri dan kanan pintu) dan di setiap kamar tidur ada 2 jendela.
-
Penerangan : Penerangan atau
pencahayaan di rumah ini cukup, karena di ruangan tamu ada 3 jendela dan di
setiap kamar ada 2 jendela, sedangkan di dapur mendapatkan cahaya dari atap.
-
Persediaan air
bersih : Persedian air bersih di
keluarga Bp. P cukup , dan untuk air minum menggunakan air galon.
-
Pembuangan
sampah : keluarga Bp. P selalu
membuang sampah di samping rumah dan kadang di bakar atau ada petugas sampah
-
Pembuangan air
limbah : limbah yang berasal dari wc
di buang ke penampungan ( septi tank ) sedangkan limbah dari kamar mandi di
buang keselokan .
-
Jamban atau wc : Wc yang digunakan adalah wc
jongkok, Wc atau kamar mandi berada di dalam rumah.
-
Denah rumah
·
Karakteristik tetangga dan
komunitas RW
Dikeluarga Bp. P terutama ibu W sering bercengkrama di sore hari disaat
menjaga anak-anak mereka yang sedang bermain dengan tetangga dan ibu W suka
mengikuti acara pengajian dan juga arisan dengan ibu-ibu tetangganya ,
sedangkan Bp. P baru bisa berkomunikasi dengan tetangga nya apabila setelah
sedang tidak ada pekerjaan atau pada
hari libur.
Bp. P terkadang mengikuti rapat yang
diadakan ketua RT
·
Mobilitas geografis
keluarga
Keluarga Bp. P telah menempati rumahnya
kurang lebih 18 tahun sejak awal
perikahan dan belum pindah. Letak rumah tepat di
dekat jalan raya kampung, alat transportasi umum yang ada yaitu angkutan umum .
Sedang untuk mobilitas, keluarga menggunakan sepeda Motor. Jarak rumah ke
puskesmas ± 2km.
·
Perkumpulan keluarga dan
interaksi dengan masyarakat
Keluarga ini lebih sering berkumpul
di rumah , tetapi terkadang Ibu S berinteraksi dengan tetangganya pada saat
pengjian dan disaat ada jadwal arisan.
D.
Struktur keluarga
·
Sistem pendukung keluarga
Sistem pendukung keluarga yang di
miliki yaitu jumlah keluarga yang sehat. Tidak ada keluhan sakit saat di kaji
pada keluarga ini. Keluarga ini memiliki jaminan kesehatan berupa asuransi
kesehatan.
·
Pola komunikasi keluarga
Keluarga ini berkomunikasi secara
terbuka antara anggota keluarga dan untuk mengambil keputusan dengan cara
bermusyawarah yang melibatkan Ibu W dan Bp.P . Jika
pagi tidak ada yang di rumah karena ada kesibukan tersendiri, Jika sore hari
setelah keluarga kumpul semua anggota keluarga juga biasa bercengkeramah di
ruang tamu.
·
Struktur kekuatan keluarga
Kemampuan anggota keluarga dalam
mempengaruhi perilaku sehubungan dengan masalah kesehatan di terapkan pada
keluarga sendiri dimana jika ada yang sakit yang menurut keluarga ini parah
maka akan di bawa ke dokter. Apabila hanya demam atau batuk biasa keluarga ini
masih bisa melakukan perawatan pada anggota keluarganya dengan cara membeli
obat atau mengompres. Bp.P sebagai kepala keluarga berperan sebagai pengambil keputusan,
meskipun tetap lewat musyawarah keluarga.
·
Struktur peran ( formal dan
informal )
Sebagai kepala keluarga Bp. P bekerja
untuk mencari nafkah dengan berjualan kerudung
bersama Ibu.W dan An. G,R,S,D,S
mejalankan kewajibannya sebagai anak.
·
Nilai dan Norma Budaya
Dalam keluarga
Bp. P menekankan etika dan sopan santun dalam bergaul dengan orang lain, saling
menghormati dan menghargai orang yang lebih tua.
E.
Fungsi Keluarga.
·
Fungsi Afektif.
Keluarga Bp.P termasuk keluarga yang harmonis, interaksi dalam keluarga terjalin baik. Antar anggota keluarga saling memperhatikan, menghormati, dan menyayangi sehingga tidak ada istilah pilih kasih.
Keluarga Bp.P termasuk keluarga yang harmonis, interaksi dalam keluarga terjalin baik. Antar anggota keluarga saling memperhatikan, menghormati, dan menyayangi sehingga tidak ada istilah pilih kasih.
·
Fungsi Sosialisasi.
Dalam keluarga Bp.P biasa ditanamkan kedisiplinan. Hubungan dengan tetangga baik, Bp. P juga anggota keluarga yang lain selalu berusaha melakukan sosialisasi dengan lingkungan jika ada waktu senggang.
Dalam keluarga Bp.P biasa ditanamkan kedisiplinan. Hubungan dengan tetangga baik, Bp. P juga anggota keluarga yang lain selalu berusaha melakukan sosialisasi dengan lingkungan jika ada waktu senggang.
·
Fungsi Perawatan
Kesehatan.
a. Mengenal masalah kesehatan.
Keluarga Bp. P mengetahui bahwa dirinya menderita tekanan darah tinggi. Bp.P hanya tahu makanan yang harus dihindarinya yaitu makan yang asin-asin dan daging. Bp. P jarang mengontrolkan kesehatannya.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan.
Jika dalam keluarga ada yang sakit biasanya dibelikan obat , tetapi jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat maka akan dibawa ke Puskesmas atau poliklinik 24 jam terdekat.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit.
Dalam keluarga belum ada yang memperingatkan Bp.P untuk memeriksa keadaannya Karena Bp.P ada riwayat hipertensi maka Semua anggota keluarga juga sangat memperhatikan kondisi Bp.P .
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.
Kondisi rumah tidak rapi, agak kotor, dan penataan ruangan kurang serasi. Keluarga kurang tahu bahaya akibat lingkungan yang tidak teratur bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat.
Tn. A mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan lain jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat.
a. Mengenal masalah kesehatan.
Keluarga Bp. P mengetahui bahwa dirinya menderita tekanan darah tinggi. Bp.P hanya tahu makanan yang harus dihindarinya yaitu makan yang asin-asin dan daging. Bp. P jarang mengontrolkan kesehatannya.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan.
Jika dalam keluarga ada yang sakit biasanya dibelikan obat , tetapi jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat maka akan dibawa ke Puskesmas atau poliklinik 24 jam terdekat.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit.
Dalam keluarga belum ada yang memperingatkan Bp.P untuk memeriksa keadaannya Karena Bp.P ada riwayat hipertensi maka Semua anggota keluarga juga sangat memperhatikan kondisi Bp.P .
d. Kemampuan keluarga memelihara/memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.
Kondisi rumah tidak rapi, agak kotor, dan penataan ruangan kurang serasi. Keluarga kurang tahu bahaya akibat lingkungan yang tidak teratur bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia.
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat.
Tn. A mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan lain jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat.
·
Fungsi Reproduksi.
Saat ini Bp. P sudah mengalami penyakit hipertensi.
Saat ini Bp. P sudah mengalami penyakit hipertensi.
·
Fungsi Ekonomi
Semua pendapatan yang ada digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Dari makan, listrik, air, dan hal-hal yang tidak terduga.
Semua pendapatan yang ada digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Dari makan, listrik, air, dan hal-hal yang tidak terduga.
F.
Stress Dan Koping Individu.
·
Stressor Jangka Pendek dan jangka panjang.
Bagi keluarga Bp. P saat ini yang masih menjadi pikiran adalah anaknya, An. G yang menjadi seorang mahasiswa yang harus membutuhkan uang lebih untuk keperluannya
Bagi keluarga Bp. P saat ini yang masih menjadi pikiran adalah anaknya, An. G yang menjadi seorang mahasiswa yang harus membutuhkan uang lebih untuk keperluannya
·
Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor.
Terkadang Bp.P dan Ibu.W berusaha untuk menabung untuk keperluan kuliah An.G .
Terkadang Bp.P dan Ibu.W berusaha untuk menabung untuk keperluan kuliah An.G .
3. Strategi Koping Konstruktif Yang Digunakan.
Kedua orang tuanya terus berusaha menabung.
Kedua orang tuanya terus berusaha menabung.
4. Strategi Adaptasi Fungsional.
Di keluarga Bp.P tidak ada yang bersifat kekerasan di dalam membina rumah tangganya.
Di keluarga Bp.P tidak ada yang bersifat kekerasan di dalam membina rumah tangganya.
G. Pemeriksaan Kesehatan
Tiap Individu Anggota Keluarga.
Pemeriksaan Fisik Hanya Dilakukan Pada Bp.P
1. Kondisi umum : , T 140/120 mmHg, N 96 x/mnt, Rr 18 x/mnt, S 36 ˚C.
2. Kepala : Kulit kepala bersih, beruban, rambut mudah dicabut.
3. Mata : Mata rabun dekat , konjungtiva merah muda, pupil isokor.
4. Hidung : penciuman normal.
5. Telinga : Kedua telinga simetris, masih bisa mendengar dengan jelas, kotor, tampak serumen.
6. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid juga vena jugularis.
7. Dada : Bentuk simetris, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak terdengar gallop, perkusi sonor.
8. Perut : Simetris, kenyal, tidak ada bekas luka, peristaltik terdengar normal, tidak kembung, tidak teraba massa.
9. Genitalia : Tidak ada keluhan, normal-normal saja.
10 Anus : tidak ada keluhan.
12 Kulit : Warna sawo matang, turgor kurang (keriput), kering.
Pemeriksaan Fisik Hanya Dilakukan Pada Bp.P
1. Kondisi umum : , T 140/120 mmHg, N 96 x/mnt, Rr 18 x/mnt, S 36 ˚C.
2. Kepala : Kulit kepala bersih, beruban, rambut mudah dicabut.
3. Mata : Mata rabun dekat , konjungtiva merah muda, pupil isokor.
4. Hidung : penciuman normal.
5. Telinga : Kedua telinga simetris, masih bisa mendengar dengan jelas, kotor, tampak serumen.
6. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid juga vena jugularis.
7. Dada : Bentuk simetris, suara napas vesikuler, tidak ada suara napas tambahan, tidak terdengar gallop, perkusi sonor.
8. Perut : Simetris, kenyal, tidak ada bekas luka, peristaltik terdengar normal, tidak kembung, tidak teraba massa.
9. Genitalia : Tidak ada keluhan, normal-normal saja.
10 Anus : tidak ada keluhan.
12 Kulit : Warna sawo matang, turgor kurang (keriput), kering.
H. Harapan Keluarga.
Bp.P berharap di dalam kelurganya dalam keadaan sehat.
Bp.P berharap di dalam kelurganya dalam keadaan sehat.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA.
1. Analisa Dan Sintesis Data.
1. Analisa Dan Sintesis Data.
|
NO
|
DATA
|
PROBLEM
|
ETIOLOGI
|
|
1
|
DS : – Bp.P memiliki riwayat hipertensi.
– Bp.P mengatakan dia tdk rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi. – Bp.P mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke pelayanan kesehatan jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat. DO : – T 140/120 mmHg, N 96 x/mnt. |
Risiko tinggi terhadap ketidak patuhan.
|
Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pengobat an yang
diperlukan pada hipertensi.
|
|
2
|
DS :
– Bp.P tidak pernah kontrol & minum obat. – Bp.P ke Puskesmas hanya jika sakitnya dirasa berat. – Bp.P sering memikirkan anaknya (An. G) untuk biaya kuliah. DO : – Keluarga hanya tahu pantangan orang hipertensi adalah makan makanan yang asin-asin dan daging |
Pemeliharaan kesehatan Bp.P tentang diet dan gaya hidup tidak
efektif.
|
Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarganya yg
men derita hipertensi.
|
|
3
|
.. DS :
– Bp.P memiliki riwayat hipertensi lama. – Bp.P mengatakan sering kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berat. DO : – T 140/200 mmHg, N 96 x/mnt. – Kondisi rumah agak kotor, tidak teratur tidak rapi, penataan ruangan < serasi. |
Risiko tinggi cidera pd Bp.P
|
Ketidakmampuan keluarga memodifi kasi lingkungan.
|
2. Perumusan Diagnosis Keperawatan.
|
No
|
Diagnosis Keperawatan
|
|
1.
|
Pemeliharaan kesehatan Bp.P tentang diet dan gaya hidup tidak
efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang menderita hipertensi.
|
|
2.
|
Risiko tinggi terhadap ketidakpatuhan berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pengobatan yang diperlukan pada
hipertensi.
|
|
3.
|
Risiko tinggi cidera pd Bp.P berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
memodifikasi lingkungan
|
.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA Bp.P DENGAN HIPERTENSI
PADA KELUARGA Bp.P DENGAN HIPERTENSI
|
No
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
1.
|
1. kaji pengetahuan keluarga tentang pengetahuan hipertensi
2. beri reinforcement positif atas jawaban keluarga 3. diskusikan pengertian hipertensi dengan keluarga 4. beri kesemapatan keluarga bertanya 5. minta keluarga menyebutkan kembali 6. jawab pertanyaan keluarga |
S :
– Bp.P memiliki riwayat hipertensi. – Bp.P mengatakan dirinya tidak rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi. – Bp.P mengatakan kebiasaan keluarga akan berobat ke pelayanan kesehatan jika dirasa sakitnya berat dan tidak sembuh dengan obat. O : – TD 140/120 mmHg, – N 96 x/mnt. A : tidak rutin minum obat pengontrol tekanan darah tinggi. P : lanjutkan intervensi |
|
2.
|
1. kaji pengetahuan keluarga tentang penyebab hipertensi
2. beri reinforcement positif atas jawaban keluarga 3. diskusikan penyebab hipertensi 4. minta keluarga untuk mengulang kembali 5. beri reinforcement positif atas keberhasilan keluarga |
S :
– Bp.P tidak pernah kontrol & minum obat. – Bp.P ke Puskesmas hanya jika sakitnya dirasa berat. O : Keluarga hanya tahu pantangan orang hipertensi tidak boleh makan makanan yang asin-asin dan daging.
A :
– Bp.P sering memikirkan anaknya (An. G) yang masih kuliah P : intervensi di lanjutkan. |
|
3.
|
1. Diskusikan tanda dan gejala hipertensi dengan keluarga
2. kesempatan keluarga bertanya 3. Jawab pertanyaan keluarga 4. Minta keluarga untuk mengulang kembali 5. Beri reinforcement positif atas keberhasilan keluarga |
S :
– Bp.P memiliki riwayat hipertensi lama. – Bp.P mengatakan sering kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berat. O : – T 140/200 mmHg, N 96 x/mnt. – Kondisi rumah agak kotor, tidak teratur tidak rapi, penataan ruangan < serasi. A :. – Bp.P mengatakan sering kepalanya tiba-tiba pusing dan terasa berat. P : intervensi di lanjutkan |